Senin, 16 Januari 2017

Jalur Puncak Dua Sentul

Jalur Puncak Dua Sentul yang dinantikan masyarakat

Proyek jalan puncak dua sangat dinantikan, karena kepadatan dan jumlah kendaraan yang menuju puncak meningkat, menjadi tempat kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri menjadi ruang lalu lintas perekonomian dari hasil pertanian dll.

Pembangunan Jalur Puncak Dua, mulai dari Sentul sampai Kota Bunga Cipanas Puncak memang belum terlaksana dengan baik, namun pemerintah kabupaten Bogor dan Cianjur ingin berusaha untuk secepatnya dapat menyelesaikan proyek tersebut.

Info ini Kami kutip dari "Berita Satu.com" bahwa Jalur Puncak Dua akan ditargetkan selesai tahun 2017. serta info yang kami peroleh dari "Pikiran Rakyat.com" bahwa Jalan II diserahkan kepada Pemerintah Pusat.


Kutipan dari Berita Satu.com sebagai berikut :
Selasa, 22 November 2016 | 17:21
Cianjur - Pemkab Cianjur, Jabar, menargetkan pembangunan Jalur Puncak II yang membentang di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, sepanjang 22 kilometer akan selesai akhir tahun 2017.

"Tapi kalau dananya memadai seluruh pembangunan jalan milik kabupaten tersebut akan menjadi solusi kemacetan di Jalur Puncak yang selama ini banyak dikeluhkan. Pembangunannya betonisasi mulai dari perbatasan Bogor," kata Kepala Dinas Binamarga Cianjur, Atte Adha Kusdinan di Cianjur, Selasa (22/11).

Dia menjelaskan pondasi jalan dengan betonisasi dinilai kuat dan bertahan lama dibandingkan dengan pengaspalan."Rencananya awal tahun sudah dimulai, kami sudah melakukan pengecekan ke jalur Puncak II," katanya.

Dia menjelaskan, Jalur Puncak II akan membentang dari Kecamatan Babakan Madang (Sentul) Bogor hingga Cianjur dengan total panjang 58 kilometer, dengan lebar jalan bervariatif, mulai dari 10 sampai 30 meter.

Menurut dia, anggaran pembangunan jalan yang berstatus jalan Kabupaten tersebut akan diambil dari APBD dan bantuan anggaran Pemprop Jabar, meskipun dananya belum ditetapkan, namun sudah ada perkiraan berapa anggaran yang dihabiskan.

Saat ini tutur dia, sejumlah titik terdapat longsoran yang sudah mengikis sebagian badan jalan bahkan ambrol, namun untuk mengantisipasi adanya longsoran kembali setelah dibangun, pihaknya akan memperkuat kondisi tanah di jalur tersebut.

"Kita akan perkuat kontur tanah dan jembatan agar kedepan tidak ada lagi jalan ambrol dapat diminimalisir karena jalan tersebut nantinya akan dilalui kendaraan dengan tonase besar. Ini merupakan program Bupati Cianjur, sebagai jalur alternatif wisatawan," katanya.

Harapan Pemkab Cianjur, dengan dibukanya jalur tersebut, angka kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut dapat meningkat tajam karena selama ini Jalur Puncak selalu padat pada akhir pekan, sehingga wisatawan mengurungkan niat untuk mengunjungi tempat wisata di Cianjur.

"Harapan kami pembangunan jalur tersebut harus ditunjang Pemkab Bogor, kalau misalnya Pemkab Cianjur membangun tapi Bogor tidak ataupun sebaliknya, maka percuma. Makanya harus ada yang menyambungkan pemprov dan pusat," katanya.

/YUD
ANTARA

HEPPY : WA/telp: 0818-0786-0111 | 0816-723-323 | 0812-8187-0070
LIA ROSSA : WA/telp: 0812-1260-3292 | 0816-1181-567


Kutipan dari Pikiran Rakyat.com sebagai berikut :
Oleh: Bisri Mustofa
2 Februari, 2016 - 17:28
JAWA BARAT

CIANJUR,(PRLM).- Pemerintah Kabupaten Cianjur tidak menganggarkan pembangunan jalan Puncak II pada tahun anggaran 2016. Keberadaan jalan Puncak II tersebut diharapkan bisa mendongkrak iklim pariwisata di kawasan wisata Puncak Cipanas setelah sejumlah jalan utama seringkali terjadi kemacetan hingga membuat terpuruk pelaku usaha pariwisata.

Kepala Dinas Binamarga Kab. Cianjur, Atte Adha Kusdinan mengatakan, anggaran pembangunan jalan Puncak II yang berada diwilayah Desa Batulawang Kecamatan Cipanas sudah diserahkan ke pemerintah pusat. Dengan demikian kewajiban utama untuk pembangunannya berada di pemerintah pusat.

"Jalan puncak II tidak masuk dalam anggaran APBD, karena itu akan dikerjain oleh pemerintah pusat. Termasuk ruas jalan pengembangan antara sentul Cianjur. Masuk dalam rencana pusat dalam Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," kata Atte, Selasa (2/2/2016).

Atte menyebut, meski pelaksanaan pembangunannya berada ditangan pemerintah pusat, namun untuk pembebasan lahan untuk perluasan jalan dimungkinkan diserahkan ke pemerintah daerah. "Saat ini sedang berlangsung, di mulai dari wilayah Bogor dulu," katanya.

Keberadaan jalan Puncak II tersebut kata Atte, diharapkan bisa mengatasi kemacetan jalur Puncak yang acap kalai terjadi saat hari-hari libur. Selain itu diharapkan pula, adanya jalan Puncak II juga bisa mendorong tumbuh kembangnya pariwisata khususnya diwilayah Cipanas dan sekitarnya.

"Tentu saja jalan Puncak II sangat diharapkan. Kita ingin ini menjadi salah satu solusi terjadinya kemacetan dikawasan wisata Puncak Cipanas. Jauh dari itu diharapkan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat," tegasnya.

Sementara itu kondisi sejunlah ruas jalan desa di Kab. Cianjur saat ini masih banyak yang rusak. Dinas Binamarga belum mampu berbuat banyak untuk memperbaiki jalan desa yang kebanyakan berlobang itu.

Berdasarkan data, total panjang jalan desa se-Kabupaten Cianjur mencapai 6.000 kilometer. Berdasarkan Undang-Undang nomor 38 dan Peraturan Pemerintah nomor 34 tahun 2014 tentang Jalan, perawatan dan perbaikannya merupakan tugas dari Dinas Binamarga.

"Pembangunan dan perbaikan jalan serta jembatan memang tugas Binamarga, tapi dengan adanya kebijakan Pemerintah Republik Indonesia terkait Dana Desa, kami harus mendata ulang dan membagi tugas dengan Pemerintahan Desa untuk perbaikan dan pembangunan jalan desa," kilah Atte.

Diakuinya, masih banyak jalan desa yang memerlukan perbaikan. Dengan adanya program Dana Desa, pemerintah desa mulai memperbaiki jalan di wilayahnya dengan anggaran yang ada. Hal itu membuat data yang ada terkait jalan rusak perlu diperbarui lagi.

"Memang saat ada perbaikan jalan, Pemdes kerap berkonsultasi dengan kami, tapi untuk jumlah sisa jalan yang rusak dan perlu perbaikan, kami belum data kembali," katanya.

Pada tahun 2016 ini Dinas Binamarga mendapatlan alokasi anggaran untuk perbaikan jalan sebanyak Rp175 Miliar. Sebagian kecil dari anggaran itu, digunakan untuk perbaikan jalan desa.

"Anggaran perbaikan desa itu lebih kecil, sebab lebar jalannya kecil. Jadi biayanya sekitar Rp1 miliar per kilometernya," katanya (Bisri Mustofa/A-89)

HEPPY : WA/telp: 0818-0786-0111 | 0816-723-323 | 0812-8187-0070
LIA ROSSA : WA/telp: 0812-1260-3292 | 0816-1181-567


Kata Kunci :
Tanah De Green Sentul, De Green Sentul, Kavling Gardenia, Tanah di Bogor, Tanah dekat Sentul, Kavling De Green Sentul City, Tanah De Green Puncak 2, Jual tanah di Bogor, cari tanah di sentul, cari tanah di Ceterep, jual tanah di Citerep, cari Tanah di Bogor, Cari Tanah di Puncak, jual tanah di puncak,


Terima kasih atas kunjungannya, semoga Anda Tertarik dan segera hubungi kami
De Green | Rumah | Apartemen | Tanah | dll | WA/telp: 0818-0786-0111 | 0816-723-323 | 0812-8187-0070
Categories: ,

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Atas kunjungannya di web www.tanahdegreen.com,
silahkan memberikan komentar disini dan Tolong komentarnya berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah ke tindakan spam akan di hapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter